Rabu, 26 Desember 2012

Ferdinan diorama 7

Nama     : Ferdinan
No Reg  : 4423125302
Fakultas : Ilmu Sosial
Jurusan  : Sejarah

Armada Perang Majapahit Abad ke 14


Majapahit adalah sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Timur, Indonesia, yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya menjadi kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang luas di Nusantara pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389.
Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Kekuasaannya terbentang di Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur, meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan. 
Hanya terdapat sedikit bukti fisik dari sisa-sisa Kerajaan Majapahit, dan sejarahnya tidak jelas. Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton ('Kitab Raja-raja') dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama dalam bahasa Jawa Kuno. Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit. Sementara itu, Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Setelah masa itu, hal yang terjadi tidaklah jelas. Selain itu, terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain.

Keakuratan semua naskah berbahasa Jawa tersebut dipertentangkan. Tidak dapat disangkal bahwa sumber-sumber itu memuat unsur non-historis dan mitos. Beberapa sarjana seperti C.C. Berg menganggap semua naskah tersebut bukan catatan masa lalu, tetapi memiliki arti supernatural dalam hal dapat mengetahui masa depan. Namun demikian, banyak pula sarjana yang beranggapan bahwa garis besar sumber-sumber tersebut dapat diterima karena sejalan dengan catatan sejarah dari Tiongkok, khususnya daftar penguasa dan keadaan kerajaan yang tampak cukup pasti.
Sebelum berdirinya Majapahit, Singhasari telah menjadi kerajaan paling kuat di Jawa. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan, penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi ke Singhasari yang menuntut upeti. Kertanagara, penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya. Kubilai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293.
Ketika itu, Jayakatwang, adipati Kediri, sudah menggulingkan dan membunuh Kertanegara. Atas saran Aria Wiraraja, Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya, menantuKertanegara, yang datang menyerahkan diri. Kemudian, Wiraraja mengirim utusan ke Daha, yang membawa surat berisi pernyataan, Raden Wijaya menyerah dan ingin mengabdi kepada Jayakatwang.  Jawaban dari surat diatas disambut dengan senang hati. Raden Wijayakemudian diberi hutan Tarik. Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru. Desa itu dinamai Majapahit, yang namanya diambil dari buah maja, dan rasa "pahit" dari buah tersebut. Ketika pasukan Mongol tiba, Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. Setelah berhasil menjatuhkan Jayakatwang, Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di negeri asing. Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang, atau mereka terpaksa harus menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing.
Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja, yaitu tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 saka yang bertepatan dengan tanggal 10 November 1293. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. Kerajaan ini menghadapi masalah. Beberapa orang terpercaya Kertarajasa, termasuk Ranggalawe, Sora, dan Nambi memberontak melawannya, meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil. Pemberontakan Ranggalawe ini didukung oleh Panji Mahajaya, Ra Arya Sidi, Ra Jaran Waha, Ra Lintang, Ra Tosan, Ra Gelatik, dan Ra Tati. Semua ini tersebut disebutkan dalam Pararaton. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudhalah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang tepercaya raja, agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. Namun setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti), Halayudha ditangkap dan dipenjara, dan lalu dihukum mati. Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309.
Putra dan penerus Wijaya adalah Jayanegara. Pararaton menyebutnya Kala Gemet, yang berarti "penjahat lemah". Kira-kira pada suatu waktu dalam kurun pemerintahan Jayanegara, seorang pendeta Italia, Odorico da Pordenone mengunjungi keraton Majapahit di Jawa. Pada tahun 1328, Jayanegara dibunuh oleh tabibnya, Tanca. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya, akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi bhiksuni. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. Pada tahun 1336, Tribhuwana menunjuk Gajah Mada sebagai Mahapatih, pada saat pelantikannya Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang menunjukkan rencananya untuk melebarkan kekuasaan Majapahit dan membangun sebuah kemaharajaan. Selama kekuasaan Tribhuwana, kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di kepulauan Nusantara. Tribhuwana berkuasa di Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh putranya, Hayam Wuruk.

Zaman Keemasan Kerajaan Majapahit
Zaman keemasan Kerajaan Majapahit dimulai sejak diangkatnya Hayam Wuruk, anak Tribhuana Wijayatunggadewi sebagai penguasa Majapahit di tahun 1350 M. Tribhuana Wijayatunggadewi meletakkan kekuasaannya sebagai ratu tepat setelah ibunya meninggal.
Hayam Wuruk, dikenal pula sebagai Rajasanagara, menguasai Majapahit sejak 1350 M - 1389 M. Pada tahun-tahun inilah, Majapahit berada dalam puncak keemasannya. Kesuksesan ini dicapai berkat bantuan patih agung Majapahit, Gajah Mada.
Gajah Mada melakukan penaklukan ke berbagai wilayah di Nusantara. Penaklukan ini melalui upaya militer dan diplomatik. Upaya seperti pernikahan antarkeluarga raja pun menjadi jalan untuk melakukan aliansi dengan kerajaan-kerajaan kecil.
Berdasarkan kitab Negrakretagama, wilayah Majapahit pada masa Gajah Mada adalah beberapa kerajaan di Sumatra dan Semenanjung Melayu, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian pulau di Filipina.


Keruntuhan Kerajaan Majapahit
Setelah kematian Hayam Wuruk pada 1389 Masehi. Terjadi kekacauan dan perpecahan di dalam keluarga kerajaan. Hal ini dipicu oleh perebutan kekuasaan antara putri mahkota Kusumawardhani yang menikahi Pangeran Wirakramawardhana dengan anak Hayam Wuruk dari pernikahan sebelumnya, yaitu Pangeran Wirabhumi. Terjadilah Perang Paregreg pada 1405 - 1406 M. Wirakramawardhana menang, sedangkan Pangeran Wirabhumi ditangkap.
Selain itu, kekuatan Majapahit mulai tersaingi oleh Kesultanan Malaka yang mulai mengenggam kendali terhadap Selat Malaka. Tahun keruntuhan Majapahit terjadi sekitar 1487 M (atau tahun 1400 Saka) atau 1527, ketika Kesultanan Demak yang dipimpin Raden Patah merebut Daha yang dijadikan ibu kota Majapahit oleh Ranawijaya.
Struktur Pemerintahan Kerajaan Majapahit
Kerajaan Majapahit mempunyai struktur pemerintahan dan birokrasi yang teratur pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Struktur dan birokrasi tersebut tampaknya tidak banyak mengalami perubahan selama perkembangan sejarah. Raja yang memerintah Majapahit dianggap sebagai penjelmaan dari dewa di dunia. Selain itu, raja pun memegang otoritas politik tertinggi di kerajaan.
Dalam menjalankan pemerintahannya, raja dibantu oleh sejumlah pejabat birokrasi serta para putra dan kerabat dekat raja yang memiliki kedudukan tinggi. Biasanya, perintah raja diturunkan kepada pejabat-pejabat di bawahnya, yaitu:

·       Rakryan Mahamantri Katrini (biasanya dijabat oleh putra-putra raja).
·       Rakryan Mantri ri Pakira-kiran (dewan menteri yang melaksanakan pemerintahan).
·       Dharmmadhyaksa (para pejabat hukum keagamaan).
·       Dharmma-upapatti (para pejabat keagamaan).
Pembagian Wilayah Kerajaan Majapahit
Menurut sejarah terbentuknya, Kerajaan Majapahit merupakan bagian dari kelanjutan Kerajaan Singosari yang terdiri atas beberapa kawasan di bagian timur dan bagian tengah Jawa. Daerah tersebut diperintah oleh para Paduka Bhattara yang bergelar Bhre. Gelar tersebut merupakan gelar tertinggi bangsawan kerajaan.
Biasanya, posisi tersebut untuk kerabat dekat raja saja. Tugas para Paduka Bhattara adalah mengelola wilayah kerajaan, memungut pajak, dan mengirimkan upeti atau pajak ke kerajaan pusat. Selain itu, para Paduka Bhattara pun mengelola pertahanan yang berada di perbatasan daerah yang dipimpinnya.
Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit terdiri dari 12 wilayah yang dikelola oleh kerabat dekat raja. Berikut ini hierarki dalam pengelompokan wilayah di Kerajaan Majapahit.
·       Bhumi – kerajaan yang diperintah oleh raja.
·       Nagara – diperintah oleh rajya (gubernur) atau bhre (pangeran).
·       Watek – dikelola oleh wiyasa.
·       Kuwu – dikelola oleh lurah.
·       Wanua – dikelola thani.
·       Kabuyutan – dusun kecil atau tempat sakral.
Penguasa Kerajaan Majapahit
Layaknya sebuah kerajaan, selama keberadaannya kerajaan Majapahit pernah dipimpin oleh beberapa raja. Berikut adalah raja-raja yang pernah memegang tampuk kekuasaan tertinggi Kerajaan Majapahit.
·       Raden Wijaya: (1309)
·       Jayanegara: (1309-1328)
·       Tribhuwanatunggaldewi: (1328-1350)
·       Hayam Wuruk: (1350-1389)
·       Wikramawardhana: (1389-1429)
·       Suhita: (1429-1447)
·       Kertawijaya: (1447-1451)
·       Rajasawardhana: (1451-1453)
·       Bhre Wengker: (1456-1466)
·       Singhawikramawardhana: (1466-1468)
·       Kertabhumi: (1468-1478)
·       Ranawijaya/Girindrawardhana: (1478-?)
Peninggalan Kerajaan Majapahit
Sebagai sebuah kerajaan terbesar, Majapahit tentu banyak meninggalkan jejak sejarah yang masih bisa kita saksikan saat ini. Ya, banyak sekali peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit atau pun hal-hal yang berkaitan dengan Majapahit yang bisa kita saksikan saat ini. Salah satu yang paling terkenal tentu saja bangunan candi, dan artepak lainberupa koin, genting, tembikar, hingga celengan keramik yang banyak terdapat di Trowulan (dulu Ibukota Majapahit).

Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar